by : Unknown
![]() |
| Baca Donk/Ilustrasi Google |
Sobat Blogger, Baiklah, anda bilang anda ingin menulis, tapi saya sering bingung mau nulis apa?
Yah anda memang benar, saya rasa bukan anda saja yang mengalami hal seperti itu, orang yang sudah tebiasa menulis saja pernah merasakan hal demikian, bingung mencari ide apa yang harus mereka tulis untuk besok.
Ini cerita orang yang sudah brpuluh puluh tahun menjadi redaktur disebuah surat kabar, ia melihat banyak wartawan muda yang selalu dilanda kebingungan saat ditugaskan mencari berita. Kalau dia tidak ditunjuki dimana sumber berita, kebanyakan dari mereka lantas mandheg."mereka kebingungan kemana harus mencari berita".
Baiklah sobat blogger, tidak usah terlalu dipikirkan yang di atas, yang terpenting sekarang bagaimana agar saya, kami dan sobat bisa menghasilkan sebuah karya berupa tulisan. Pertama tama bagi sobat yang baru memulai belajar menulis, sobat gak usah hiraukan baik atau buruknya hasil yang sobat dapatkan.
Bagaimana Tipsnya agar ide kita selalu ada? jalan terbaiknya adalah terus membaca. "Membaca apa saja boleh".disamping itu ada tips lain untuk memancing ide kita yaitu dengan kata impoleksosbud.
Impoleksosbud adalah kepanjangan dari
Idiologi.
Politik.
Ekonomi
Sosial.
Budaya.
Artinya kata kata ini sedikit tidak bisa memberikan ide kepada sobat, apa yang mau sobat tulis apakah berkaitan dengan Idiologi, Politik, ekonomi, Sosial, ataukah budaya atau bisa juga yang lainnya seperti wisata dan kuliner. Sobat tinggal pilih saja.
Oke sobat, itu saja dulu tips dari kami. Semoga bermanfaat, menulis itu asyik menulis itu ibadah. ...ooya kalau sobat puya tips lain bagi ya ke email komunitasbloggerlombok@gmail.com
by : Unknown
![]() |
| Menulis/Ilustrasi Foto Google |
Artikel ini kami tulis dihari yang cerah hari jum'at semoga membawa berkah dan tentunya manfaat. Baiklah Sobat Blogger kali ini kami akan bicara soal karakter soerang pembaca.
Dengan mengetahui karakter pembaca sobat bisa menyesuaikan apa yang sobat ingin tulis, entah mau publikasikan melalui onlie dengan blog milik pribadi atau mengirimnya ke media massa cetak untuk bisa di baca orang banyak.
Kemampuan mengetahui karakter pembaca, sobat tau apa yang harus sobat tulis, lebih lebih kalau sobat ingin tulisannya dimuat di media massa.
Kata orang mengetahui karakter pembaca itu wajib bagi seorang penulis, berkaitan erat kalau sobat juga mau mengirim tulisannya ke media massa, biasanya nih karater media juga berbeda beda tergantung pembacanya. dengan mengenal media, sobat akan mengenal karakter pembaca.
Artinya apakah media ini menghususkan diri dalam pemberitaan jenis kriminal, budaya, politik, ekonomi dan lain sebagainya.
Sedikit kami akan gambarkan tipe atau karakter pembaca sebuah media.
1. Masyarakat Intelek, terpelajar.
Pada umumnya kelompok pembaca seperti ini bagus dan apresiatif serta menyenangi berbagai tulisan yang sifatnya human interest.
2.Masyarakat Praktis.
Ini dia nih, pembaca yang cendrung berpikir hanya dalam hal hal yang sifatnya konkrit yang mereka anggap berguna.
3. Masyarakat Non Intelek.
Kelompoki ini, tergolong kelompok yang pasif yang lebih suka menunggu orang lain memberikan ide untuknya, kelompok ini cendrung memiliki hayalan dan mimpi yang tidak bisa diwujudkan dengan maksimal.
4. Maasyarakat yang sedang berkembang.
Kelompok ini biasanya memiliki pengharapan yang besar dan aktif dalam hal berpartisipasi.
Itulah beberapa tipe dari pemca kita, agar sobat seorang penulis bisa membaca karakter pemca masing masing orang.
Jika sobat punya tips lain, silahkan kirim ke email :komunitasbloggerlombok@gmail.com
by : Unknown
![]() |
| Google Ilustrasi/Menulis Feature |
Sobat blogger mari kita mengenal feature, Mari kita berkenalan denganngya. Sobat perlu ketahui bahwa Inilah batasan klasik mengenai feature: ”Cerita feature adalah artikel yang kreatif,
yang kadang kadang sifatnya subyektif,dengan maksud agar orang atau pembaca bisa senang dan memberikan informasi kepada pembaca tentang sebuah kejadian, keaadan atau aspesk sebuah kehidupan. Beberapa hal yang sobat harus ketahui bahwa feature itu adalah :
Kreatifitas
Kreatifitas artinya bahwa menulis sebuah feature adalah penulisan berita biasa namun menarik dan menciptakan sebuah cerita.
ini sangat memungkinkan bagi para repoerter untuk menulisnya, meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat — karangan fiktif dan
khayalan tidak boleh — reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis.
Feature itu Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Misalnya tentang sebuah museum atau kebun binatang yang terancam tutup.
Bentuk Informatifnya beragam. Ada banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan
penulis yang baik, feature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif.
Feature itu Menghibur
Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika. Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ”mengalahkan’ wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. Wartawan radio dan TV bisa mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Sementara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pembacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian — setelah
koran diantar. Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in depth) mengenai cerita yang didengar pembacanya dari radio.
Masih banyak yang tersimpan pada feature, semantara itu saja dulu...jika ada yang kurang jelas tinggalkan komentar anda di blog ini...
by : Unknown
![]() |
| Foto Ilustrasi Google |
Alhamdulilah pagi pagi blogger lombok dapat email dari Intermedia Karya Utama. Setelah beberapa kali memberikan tips soal jurnalistik, kali ini ia memberikan tips bagaimana menulis featre.
Baiklah, blogger lombok tidak akan simpan sendiri ilmu yang diberikan, kami harap juga begitu untuk kawan kawan yang punya kemampuan lebih. Kita mulaiberbagi soal feature?
Featur memiliki fungsi sebagai penjelasan tambahan dalam berita yang sudah disiarkan sebelumnya, menggambarkan latar belakang sebuah peristiwa yang menyentuh perasaan dan bisa mengharukan para pembca yang membacanya. selain itu, feature juga menghidangkan informasi yang menghibur dan juga bisa mengungkap sesuatu yang sebelumnya belum tersiar sebagai sebuah berita.
Tapi jangan upa, menulis feature juga harus tetap mempertahankan penulisan berita tradisional yang mengandung 5W pus 1 H. Feature dalam hal ini bisa menjadi penjelasan tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa.
Meskipun pada umumnya enak dibaca, dan karenanya menghibur, feature kadang syarat dengan kadar keilmuan — cuma pengolahannya secara populer. Juga dipakai untuk penulisan berita-berita yang dihasilkan dari pengumpulan bahan yang mendalam.
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta, maka dalam menulis sebuah feature anda dapat memakai teknik ”mengisahkan sebuah cerita”. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ”keras” (spot news) dan feature.
Peru diketahui Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah. Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.
Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita,
ia segera menerobos aturan itu.
Konsep ”piramida terbalik” sering ditinggalkan. Terutama bila urutan peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik



